Ekspresi Imunositokimia Hector Battifora Mesothelioma Cell-1 (HBME-1) pada Nodul Tiroid Diferensiasi Sel Folikel

  • Evi Darwin
  • Lisnawati -
  • Benyamin Makes

Abstract

ABSTRAK Latar belakang Pemeriksaan sitologi biopsi aspirasi jarum halus (BAJaH) nodul tiroid sangat diperlukan sebagai pemeriksaan prabedah karena diagnosis sitologi yang akurat akan menjadi acuan klinisi dalam penatalaksanaan pasien. Terdapat gambaran sitomorfologik intermediet yang menyulitkan dalam menentukan lesi jinak atau lesi ganas, sehingga perlu dilakukan pulasan imunositokimia untuk meningkatkan akurasi diagnostik. HBME-1 telah banyak digunakan pada spesimen jaringan sebagai salah satu penanda karsinoma tiroid dengan nilai sensitivitas dan spesifisitas yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai diagnostik pemeriksaan imunositokimia HBME-1 pada spesimen BAJaH tiroid. Metode Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik uji diagnostik menggunakan desain potong lintang. Pemilihan sampel dengan cara konsekutif periode tahun 2010-2012 yang didiagnosis berdasarkan klasifikasi Bethesda 2007 mendapatkan 54 kasus sitologik BAJaH. Dilakukan pulasan imunositokimia HBME-1 diikuti dengan penilaian positivitas ekspresi dan dilanjutkan dengan penilaian sensitivitas, spesifisitas menggunakan diagnosis histopatologik sebagai baku emas. Uji statistik menggunakan SPSS 20 dengan uji Fisher’s exact. Hasil Terdapat 43 dari 45 (96%) kasus karsinoma tiroid diferensiasi sel folikel menunjukkan HBME-1 positif dan hanya 1 dari 9 kasus jinak (11%) menunjukkan hasil positif. Terdapat hubungan yang bermakna antara positivitas HBME-1 dengan karsinoma tiroid diferensiasi sel folikel (p<0,001). Kesimpulan Pulasan HBME-1 dapat membantu membedakan lesi jinak dan ganas tiroid diferensiasi sel folikel pada spesimen BAJAH dengan nilai sensitivitas 93% dan spesifisitas 89%. Nilai prediktif positif adalah 98%, nilai prediktif negatif adalah 73% dan akurasi diagnostik 93%. Kata kunci: diferensiasi sel folikel, HBME-1, imunositokimia, nodul tiroid. ABSTRACT Background Fine needle aspiration biopsy (FNAB) of thyroid nodules is necessary for preoperative screening because the accurate cytologic diagnosis used as a reference clinician in patient management. There is a picture of the intermediate cytomorphologic which is difficult within determine wethere the lesion is benign or malignant, so it needs immunocytochemistry to improve the accuracy. HBME-1 has been widely used in tissue specimens as a marker of thyroid carcinoma with high sensitivity and specificity. The aim of this study is to determine the diagnostic value of HBME-1 in thyroid FNAB specimens. Methods The descriptive analytic observasional study with a cross-sectional was conducted 54 cytologic specimens of thyroid nodule by consecutive manner. Sample were collected from 2010-2012 according of Bethesda classification 2007. All samples were subjected to HBME-1 stain. The assessment of sensitivity and specificity used histology diagnostic as the gold standard. Statistical test assessed by Fisher’s excact test using SPSS 20. Results Forty three out of 45 (96%) cases of thyroid carcinoma follicular differentiation showed positive HBME-1 and only 1 of 9 (11%) cases of benign lessions was positive. There was a significant association between HBME-1 positivity with thyroid carcinoma follicular differentiation (p<0.001). Conclusion HBME-1 staining could distinguish benign and malignant thyroid follicular cell differentiation lesions in FNAB specimens with sensitivity values of 93% and specificity of 89%. Positive predictive value was 98%, the negative predictive value was 73% and diagnostic accuracy was 93%. Key words: follicular differentiation, HBME-1, immunocytochemistry, thyroid nodules.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Evi Darwin
Departemen Patologi Anatomik, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia Jakarta
Lisnawati -
Departemen Patologi Anatomik, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia Jakarta
Benyamin Makes
Departemen Patologi Anatomik, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia Jakarta
Published
2015-01-05
Section
Articles