Ekspresi CK-18 dan SMA pada Karsinoma Mukoepidermoid dan Adenoma Pleomorfik Kelenjar Liur

  • Ida Septika Wulansari Departemen Patologi Anatomik, Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga Surabaya
  • Willy Sandhika

Abstract

Latar belakang Sebagian besar diagnosis karsinoma mukoepidermoid dapat ditegakkan dengan pulasan hematoxylin eosin. Pada beberapa kasus karsinoma mukoepidermoid terutama low grade sulit dibedakan dari lesi jinak, karena semua komponen tumor berdiferensiasi baik sehingga mirip dengan tumor jinak. Pulasan CK-18 dan SMA diduga dapat digunakan untuk membantu menegakkan diagnosis karsinoma mukoepidermoid. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peran CK-18 dan SMA dalam menegakkan diagnosis karsinoma mukoepidermoid dan adenoma pleomorfik. Metode Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah blok parafin sediaan kelenjar liur dengan diagnosa karsinoma mukoepidermoid dan adenoma pleomorfik yang tersimpan di Laboratorium Patologi Anatomik RSUD Dr. Soetomo periode Januari 2010-Desember 2013. Sampel penelitian yang didapat adalah 14 kasus adenoma pleomorfik dan 12 kasus karsinoma mukoepidermoid dari seluruh kasus yang ditemukan. Blok parafin yang memenuhi kriteria dilakukan pewarnaan immunohistokimia dengan menggunakan antibodi CK-18 dan SMA. Derajat ekspresi CK-18 dan SMA dinilai berdasarkan kuantitatif. Perbedaan ekspresi CK-18 dan SMA pada karsinoma mukoepidermoid dan adenoma pleomorfik dianalisis dengan menggunakan uji statistik. Hasil Dari 12 kasus karsinoma mukoepidermoid rerata usia penderita 40,83 ± 14,35 tahun, dan 14 kasus pleomorfik adenoma rerata usia penderita 50,26 ± 16,22 tahun. Ekspresi CK-18 pada adenoma pleomorfik <30% sebanyak 8 kasus, >30% sebanyak 5 kasus. Sedangkan ekspresi CK-18 pada karsinoma mukoepidermoid <30% sebanyak 0 kasus dan >30% sebanyak 12 kasus. Ekspresi SMA pada adenoma pleomorfik <30% sebanyak 1 kasus, >30% 13 kasus dari 14 kasus dan ekspresi SMA pada karsinoma mukoepidermoid yang merata pada 0% sebanyak 12 kasus. Uji statistik antara ekspresi CK-18 dan SMA pada karsinoma mukoepidermoid dan adenoma pleomorfik menunjukkan perbedaan bermakna (p<0.05). Kesimpulan Ekspresi CK-18 dan SMA dapat membantu menegakkan diagnosis karsinoma mukoepidermoid dan adenoma pleomorfik kelenjar liur. Kata kunci : CK-18, karsinoma mukoepidermoid, pleomorfik adenoma, SMA.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2016-12-05
Section
Articles