Peran EGFR sebagai Prediktor Sensitivitas Radioterapi pada Adenokarsinoma Serviks

  • Fennisia Wibisono Departemen Patologi Anatomik, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran
  • Sri Suryanti
  • Bethy S. Hernowo

Abstract

Latar belakang Karsinoma serviks menduduki urutan pertama dari kejadian keganasan pada wanita dan merupakan masalah penting dalam onkologi ginekologi di Indonesia. Mayoritas pasien karsinoma serviks termasuk adenokarsinoma serviks datang pada stadium lanjut dan radioterapi merupakan salah satu modalitas terapinya. Keberhasilan radioterapi dinilai dari respons radioterapi yang dipengaruhi beberapa faktor prognostik, yaitu keadaan umum, stadium, histopatologi dari tumor, adanya gangguan fungsi organ, dan beberapa petanda molekular seperti epidermal growth factor receptor (EGFR). Saat ini sedang dikembangkan studi-studi mengenai EGFR berhubungan dengan sensitivitas radioterapi namun hasilnya masih kontroversi. Aktivasi sinyal EGFR dapat menginduksi terjadinya radioresistensi pada adenokarsinoma serviks. Tujuan dari studi penelitian ini adalah untuk menganalisis korelasi antara ekspresi EGFR, dan sensitivitas radioterapi adenokarsinoma serviks. Metode Penelitian ini merupakan studi retrospektif, cross sectional, dan analisis korelasional. Sampel penelitian sebanyak 32 blok parafin yang berasal dari pasien adenokarsinoma serviks yang telah mendapatkan radioterapi dan merupakan sampel yang tersimpan di Departemen Patologi Anatomik RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, periode Januari 2007-Mei 2014. Pada sampel tersebut dilakukan pulasan imunohistokimia EGFR. Hasil Analisis statistik antara ekspresi EGFR dan sensitivitas radioterapi adenokarsinoma serviks menunjukkan adanya perbedaan bermakna (p=0,000). Kesimpulan Ekspresi EGFR dapat digunakan sebagai prediktor sensitivitas radioterapi karsinoma serviks. Kata kunci : adenokarsinoma serviks, EGFR, radioterapi.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2016-12-05
Section
Articles