Korelasi Ekspresi p16 dengan Lesi Prakanker dan Karsinoma Sel Skuamosa Serviks Uteri

Main Article Content

Dina Ekawati
Wrednindyatsih Wrednindyatsih
Nursanti Apriyani

Abstract

Latar belakang
Kanker serviks merupakan keganasan keempat terbanyak pada wanita di seluruh dunia, sedangkan di
Indonesia merupakan kanker terbanyak kedua setelah kanker payudara. Patogenesis kanker serviks dikaitkan
dengan infeksi human papillomavirus (HPV). Kanker serviks berkembang secara bertahap, diawali lesi
prakanker yang memerlukan waktu 10-15 tahun sampai menjadi karsinoma invasif. Untuk membantu
menegakkan diagnosis suatu lesi prakanker (LSIL dan HSIL) serta KSS pada hasil biopsi yang meragukan
dapat digunakan penanda p16. Pemeriksaan imunohistokimia p16 memiliki sensitifitas dan spesifisitas yang
tinggi terhadap diagnosis lesi HPV resiko tinggi dan akan menunjukkan ekspresi berlebihan p16. Tujuan
penelitian ini untuk menganalisis korelasi ekspresi p16 pada lesi prakanker dan KSS.
Metode.
Penelitian ini bersifat observational analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah blok
parafin sediaan LSIL, HSIL dan KSS yang tersimpan di Departemen Patologi Anatomik RSUP Dr. Moh. Hoesin
Palembang periode 1 Mei 2014 sampai dengan 31 April 2017. Dari masing-masing kasus diambil 12 sampel.
Slaid dari blok parafin yang memenuhi kriteria dilakukan pulasan imunohistokimia menggunakan antibodi p16.
Perbedaan ekspresi p16 pada LSIL, HSIL dan KSS dianalisis menggunakan uji chi-square.
Hasil.
Usia terbanyak pasien LSIL adalah 30-40 tahun dan KSS adalah 51-60 tahun. Analisis statistik ekspresi p16
antara LSIL, HSIL dan KSS menunjukkan perbedaan bermakna (p<0,05). Seluruh kasus KSS dan HSIL
menujukkan ekspresi p16 sedang sampai kuat, sedangkan kasus LSIL menunjukkan ekspresi p16 yang lemah.
Kesimpulan.
Ekspresi p16 meningkat pada lesi HSIL dan KSS. Ekspresi p16 antara lesi prakanker (LSIL dan HSIL) dan KSS
menunjukkan korelasi bermakna.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles