Imunoekspresi Chromogranin, Neuron Specific Enolase, Synaptophysin dan Ki-67 Pada Karsinoma Sel Skuamosa Yang Tidak Berkeratin dengan Pola Pertumbuhan Tumor Neuroendokrin di Serviks Uteri

  • veenda Herlyna Pertiwi
  • Bethy Suryawati Hernowo
  • birgitta M Dewayani
Keywords: Kata kunci: chromogranin, karsinoma sel skuamosa tidak berkeratin, NSE, pola pertumbuhan neuroendokrin, synaptophysin

Abstract

Latar belakang
Karsinoma sel skuamosa serviks adalah suatu keganasan epitelial serviks yang terdiri dari sel-sel tumor berdiferensiasi
skuamous dengan derajat yang berbeda. Menurut data rekam medis di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin Bandung,
insidensi karsinoma serviks menempati posisi pertama dengan jumlah kasus sebanyak 2.180 dalam rentang waktu Januari
2010 sampai Maret 2016. Meskipun terdapat kemajuan terapi untuk karsinoma sel skuamosa yang tidak berkeratin tetapi masih
ditemukan kasus-kasus yang mengalami rekurensi cukup tinggi. Hal tersebut diduga disebabkan oleh adanya kesalahan dalam
menentukan jenis histopatologi. Karsinoma sel skuamosa tidak berkeratin dengan pola pertumbuhan tumor neuroendokrin
seperti trabekular, padat dan nested sering sulit dibedakan dengan tumor neuroendokrin di serviks uteri. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui proporsi imunoekspresi chromogranin, neuron specific enolase (NSE), synaptophysin dan Ki-67, pada
karsinoma sel skuamosa yang tidak berkeratin dengan pola pertumbuhan tumor neuroendokrin di serviks uteri, untuk
mendeteksi tumor neuroendokrin yang sebenarnya (true neuroendocrine tumor).
Metode
Penelitian ini menggunakan metoda deskriptif kategorik. Sampel yang digunakan adalah karsinoma sel skuamosa yang tidak
berkeratin di serviks uteri sejak 1 Agustus 2014-31 Desember 2015 di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin Bandung.
Dilakukan evaluasi ulang dan dipilih karsinoma sel skuamosa tidak berkeratin dengan pola tumor neuroendokrin seperti
trabekula, padat dan nested sehingga didapatkan sampel sebanyak 27 pasien dilakukan pewarnaan imunohistokimia
chromogranin, NSE, synaptophysin dan Ki-67.
Hasil
Terdapat 27 kasus karsinoma sel skuamosa yang tidak berkeratin di serviks uteri dengan pola pertumbuhan tumor
neuroendokrin didapatkan proporsi yang menunjukkan imunoekspresi positif chromogranin, NSE dan synaptophysin sebesar
10 (37%). Hal ini menunjukkan bahwa sampel merupakan tumor neuroendokrin dengan derajat tinggi (Ki-67>20%).
Kesimpulan
Imunoekspresi chromogranin, NSE dan synaptophysin sebesar 37% adalah tumor neuroendokrin derajat tinggi (Ki-67 >20%)
pada karsinoma sel skuamosa tidak berkeratin dengan pola tumor neuroendokrin.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2019-01-07
Section
Articles