Ekstrak Teh Hijau Mengurangi Luas Area Fibrosis Paru Tikus

Main Article Content

Desdiani
Iris Rengganis
Samsuridjal Djauzi
Agus Setiyono
Mohammad Sadikin
Sri Widia A. Jusman
Nurjati Chairani Siregar
Suradi
Putri C. Eyanoer

Abstract

Latar belakang
Fibrosis paru sering ditemukan pada penyakit infeksi serta pajanan zat kimia di lingkungan kerja. Efek anti fibrotik dapat bersifat
fibropreventif dan fibrolisis. Bleomisin dapat menyebabkan inflamasi dan fibrosis paru. Kandungan katekin terbukti mampu
memperbaiki kerusakan pada hati akibat induksi alkohol. Tujuan penelitian ini untuk melihat efek anti fibrotik teh hijau yang
mengandung senyawa katekin terhadap pengurangan luas area fibrosis paru tikus.
Metode
Penelitian ini dilakukan secara eksperimental in vivo acak di Unit Pengelolaan Hewan Laboratorium FKH IPB pada 4 kelompok
hewan coba tikus, yang terdiri atas 3 ekor tikus kelompok kontrol negatif, 3 ekor kelompok kontrol positif, 3 ekor tikus kelompok
tikus yang diberikan bleomisin hari ke-8 dan 28 serta ditambah ekstrak teh hijau setiap hari mulai hari ke-0 sampai ke-49 hari
(fibropreventif), 3 ekor kelompok tikus yang diberikan bleomisin hari ke-0 dan 21 serta ditambah ekstrak teh hijau setiap hari mulai
hari ke-15 sampai ke-49 (fibrolisis). Pemeriksaan histopatologi dilakukan terhadap semua kelompok tikus.
Hasil
Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian ekstrak teh hijau pada kelompok fibropreventif dan kelompok fibrolisis, dapat
mengurangi luas area fibrosis pada paru tikus berdasarkan skala modifikasi Aschroft.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa aktivitas anti fibrotik ekstrak teh hijau terbukti mampu menekan perkembangan
fibrosis paru baik secara fibropreventif maupun fibrolisis.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles