Ekspresi HPV16 Onkoprotein E7 pada Lesi Prakanker dan Karsinoma Sel Skuamosa Serviks

  • Verli Saniba
  • Wresnindyatsih
  • Zulkarnain Musa
  • Zen Hafy
Keywords: Kata kunci: lesi prakanker, KSS, HPV16 E7

Abstract

Latar belakang
Kanker serviks merupakan keganasan kedua terbanyak pada wanita di dunia, yang sebagian besar disebabkan oleh infeksi human
papillomavirus(HPV) risiko tinggi yaitu HPV tipe 16. Persistensi infeksi HPV16 dan integrasi DNA virus pada genom sel pejamu
berperan terhadap perkembangan lesi prakanker dan KSS serviks. Integrasi DNA virus pada genom sel pejamu mengakibatkan
regulasi onkoprotein E7. Ekspsresi HPV16 E7 dapat dideteksi pada lesi prakanker dan KSS serviks. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui perbedaan ekspresi HPV16 E7 pada lesi prakanker dan KSS serviks.
Metode
Penelitian retrospektif observasional dengan dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah blok parafin sediaan
lesi prakanker (LSIL, HSIL) dan KSS serviks yang tersimpan di Departemen Patologi Anatomik RSUP Dr. Moh. Hoesin Palembang
periode 1 Juli 2014 sampai dengan 30 Juni 2017. Jumlah sampel 50 kasus, dari masing-masing kelompok kasus dipilih: lesi
prakanker (25 kasus, meliputi 13 kasus LSIL dan 12 kasus HSIL) dan KSS (25 kasus). Slaid blok parafin yang memenuhi kriteria
dilakukan pulasan imunohistokimia menggunakan antibodi HPV16 E7. Perbedaan ekspresi HPV16 E7 pada lesi prakanker dan KSS
serviks dianalisis menggunakan uji Fisher Exact’s.
Hasil
Usia terbanyak pasien lesi prakanker adalah 30-40 tahun dan KSS adalah 51-60 tahun. Ekspresi HPV16 E7 positif lemah sampai
kuat pada 100% kasus KSS dan 91,6% kasus HSIL, sedangkan ekspresi HPV16 E7 negatif pada 86,4% kasus LSIL. Analisis
statistik ekspresi HPV16 E7 antara lesi prakanker dan KSS serviks menunjukkan perbedaan bermakna (p=0,000).
Kesimpulan
Positivitas ekspresi HPV16 E7 meningkat pada lesi HSIL dan KSS.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-05-01
Section
Articles