Karakteristik Klinikohistopatologik dan Profil Imunofluoresensi Kasus Pemfigoid bulosa di Departemen Patologi Anatomik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Tahun 2011-2018

  • Fetisari Kurniawan
  • Riesye Arisanty
Keywords: Kata kunci : pemfigoid bulosa, penyakit bulosa autoimun.

Abstract

ABSTRAK
Latar belakang
Pemfigoid bulosa merupakan penyakit bulosa autoimun tersering. Penyakit ini ditandai oleh adanya ikatan antibodi terhadap protein
hemidesmosom di dermo-epidermal junction (DEJ). Kompleks imun yang terbentuk menyebabkan timbulnya manifestasi bula secara klinik,
celah subepidermal pada pemeriksaan histopatologik, dan deposit imun pada pemeriksaan direct immunofluorescence (DIF). Ketiga
gambaran tersebut merupakan dasar dalam menegakan diagnosis Pemfigoid bulosa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik
kliniko-histopatologik dan profil imunofluoresensi kasus pemfigoid bulosa yang ada di Departemen Patologi Anatomik Rumah Sakit Cipto
Mangunkusumo (RSCM).
Metode
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain penelitian potong-lintang. Kasus pemfigoid bulosa diambil dari arsip
Departemen Patologi Anatomik RSCM dari kurun waktu Januari 2011 sampai Desember 2018. Parameter penilaian meliputi keterangan
klinik, gambaran histopatologik, dan hasil DIF.
Hasil
Selama kurun waktu 8 tahun di Departemen Patologi Anatomik RSCM, pemfigoid bulosa menempati urutan kedua terbanyak dari
keseluruhan penyakit bulosa autoimun yang ditemukan. Rerata usia sampel adalah 60 tahun. Kasus lebih sering dijumpai pada perempuan
(61,6%), umumnya datang dengan keluhan lesi lepuh/lenting (67,4%), dengan lokasi terbanyak dijumpai pada ekstremitas bawah (48,8%).
Gambaran histopatologik umumnya menunjukkan celah terletak di subepidermal (89,5%) berisikan campuran sel-sel eosinofil, neutrofil, dan
limfosit. Penelusuran hasil DIF menunjukkan 31 kasus (36,0%) dengan deposit imun yang sesuai dengan pemfigoid bulosa.
Kesimpulan
Penegakan diagnosis pemfigoid bulosa membutuhkan kombinasi tiga pilar diagnostik meliputi keterangan klinik, gambaran histopatologik,
dan DIF

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-09-07
Section
Articles