Ekspresi hector battifora mesothelial epitope-1 (HBME-1) pada lesi jinak dan ganas tiroid
Keywords:
Kata kunci: lesi tiroid, immunohistokimia, HBME-1.Abstract
ABSTRAK
Latar belakang
Lesi kelenjar tiroid merupakan kelainan yang sering ditemukan, namun penegakan diagnosis
berdasarkan gambaran histopatologik sesuai kriteria morfologi WHO, seringkali sulit dilakukan
terutama pada tumor folikuler berdiferensiasi baik. Antibodi HBME-1 adalah antibodi yang
diproduksi dari suspensi sel mesotelioma yang bereaksi dengan antigen yang tidak diketahui pada
membran sel mesotel. Antibodi ini juga dilaporkan terekspresi pada lesi ganas tiroid terutama yang
berasal dari sel epitel folikel dan tidak terekspresi pada lesi tiroid jinak seperti nodular goiter dan
adenoma folikular.
Cara
Desain penelitian ini adalah cross sectional yang dilakukan di Bagian Patologi Anatomik Fakultas
Kedokteran Universitas Hasanuddin. Sampel diperoleh dari jaringan tiroid selama periode Januari –
Desember 2008. Dilakukan pewarnaan imunohistokimia menggunakan antibodi monoklonal HBME1 pada 30 jaringan lesi tiroid ganas (karsinoma papiler dan folikuler) dan 30 jaringan tiroid jinak
(nodular goiter) menggunakan metode labelled streptavidin biotin peroxidase.
Hasil
Ekspresi HBME-1 ditemukan pada 25 dari 30 (83,3%) lesi ganas dan hanya ditemukan pada 1 dari
30 (83,3%) lesi jinak. Penelitian ini memiliki angka sensitifitas 83%, spesifisitas 96,6%, nilai prediksi
positif 96,1%, nilai prediksi negatif 85,3% dan Odds Ratio (OR) 145 (Conficence Interval 95% (15,9-
1325))
Kesimpulan
Pewarnaan imunohistokimia menggunakan antibodi HBME-1 dapat menjadi pemeriksaan tambahan
bagi pewarnaan hematoksilin eosin (HE) terutama untuk kasus-kasus lesi tiroid yang sulit dalam
membedakan antara lesi jinak dengan ganas


.jpg)

