Ketepatan Pemeriksaan Terpadu Sitologi Biopsi Aspirasi Jarum Halus (Si-BAJAH) dan Ultrasonografi pada Nodul Tiroid di RSUP Adam Malik Medan

Authors

  • Juliana Lina
  • Gani .W Tambunan
  • Netty .D Lubis

Keywords:

Kata Kunci : nodul tiroid, Si-BAJAH, USG, lesi jinak, dan neoplasma

Abstract

ABSTRAK
Latar Belakang
Pembesaran nodul tiroid merupakan keadaan yang biasa ditemukan dan hanya sebagian kecil saja
yang merupakan neoplasma (5-10%). Sitologi biopsi aspirasi jarum halus (Si-BAJAH) merupakan
metode pemeriksaan prabedah dan untuk memilih pasien yang memerlukan tindakan pembedahan
pada kelainan neoplasma atau pengobatan (medikamentosa). Ultrasonografi (USG) dapat dipergunakan sebagai pengarah pada Si-BAJAH, agar jarum biopsi dapat lebih jelas dan akurat
diinsersikan ke lesi yang dicuriga. Ultrasonografi secara signifikan meningkatkan sensitivitas dan
spesifitas Si-BAJAH pada nodul tiroid dibanding jika hanya menggunakan Si-BAJAH.
Cara
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan potong lintang untuk menilai
ketepatan pemeriksaan Si-BAJAH dan USG pada nodul tiroid di RSUP Adam Malik Medan, dan
pemeriksaan histopatologi sebagai baku emasnya. Semua penderita dengan nodul tiroid ukuran
≥2cm dilakukan biopsi aspirasi dan USG, kemudian dilakukan biopsi aspirasi ulang. Hapusan
diwarnai dengan Giemsa.
Hasil
Hasil pengukuran menunjukkan sensitifitas Si-BAJAH mencapai 13,0% (1/8) dan spesifisitas
100,0% (26/26). Akurasi diagnostik Si-BAJAH dan USG pada nodul tiroid lebih tinggi dibandingkan
jika hanya dengan Si-BAJAH, dimana sensitifitas mencapai 25% (2/8) dan spesifisitas 100,0%
(26/26).
Kesimpulan
Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemeriksaan USG meningkatkan nilai akurasi diagnostik SiBAJAH pada nodul tiroid, terutama pada lesi jinak dengan ukuran ≥2 cm.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Issue

Section

Articles