Analisis Gambaran Morfologi Limfadenitis Tuberkulosis Menggunakan Metode Biopsi Aspirasi Jarum Halus dan Polymerase Chain Reaction

  • Dedy Suryadi
  • Delyuzar
  • Soekimin
Keywords: Kata kunci: TB, limfadenitis, biopsi aspirasi, morfologi, PCR.

Abstract

Latar belakang
Indonesia termasuk negara kedua dengan kasus TB (tuberkulosis) terbanyak di dunia, sehingga TB di Indonesia harus dikendalikan
dengan cara meningkatkan kapasitas dan membangun akses universal yang dibutuhkan untuk menegakkan diagnosis laboratorium
yang cepat dan akurat. Kemajuan dalam mengontrol TB dan mengurangi konsekuensinya dapat dipercepat melalui diagnosis dini
dan pengobatan yang tepat. Penelitian ini menggunakan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) sebagai baku emas,
walaupun untuk diagnosis rutin membutuhkan biaya yang lebih mahal. Oleh karena itu sangat dibutuhkan metode diagnostik yang
cepat, akurat dan tidak mahal yaitu biopsi aspirasi jarum halus (BAJAH) dengan gambaran morfologi berupa epiteloid dan nekrosis.
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis gambaran morfologi limfadenitis TB menggunakan BAJAH dan PCR.
Metode
Penelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan potong lintang. Jumlah sampel adalah n sampel, yaitu semua pasien
limfadenitis tuberkulosis. Kriteria gambaran morfologi yang berupa epiteloid dan nekrosis pada pemeriksaan sitologi BAJAH dan
PCR, kemudian dilakukan uji chi-square.
Hasil
Gambaran morfologi limfadenitis TB yang berupa epiteloid dan nekrosis pada pemeriksaan sitologi BAJAH menunjukkan hasil
pemeriksaan PCR 100% positif. Analisis statistik menggunakan Fisher exact antara grup I dan grup II, grup II dan grup III
menunjukkan perbedaan tidak bermakna (p=0,074); sedangkan antara grup I dan grup III menunjukkan perbedaan bermakna
(p<0,05).
Kesimpulan
Metode PCR dapat digunakan untuk mengkonfirmasi gambaran morfologik (epiteloid dan nekrosis) lymfadenitis TB.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-05-01
Section
Articles