Korelasi Antara Overekspresi Ki-67 dan BCL2 dengan Derajat Histopatologik Meningioma

Main Article Content

Maria Ulfa
Mezfi Unita
Aspitriani

Abstract

Latar Belakang
Meningioma terhitung sekitar 26% dari semua tumor otak primer. Beberapa faktor berperan pada progresivitas
tumor ini, di antaranya ketidakseimbangan antara proliferasi dan kematian sel. Beberapa penelitian
menyimpulkan terdapat hubungan bermakna antara overekspresi Ki-67 dan BCL2 dengan progresivitas
meningioma. Tetapi penelitian lainnya tidak mendukung hasil ini.
Metode
Penelitian observasional dilakukan di Sentra Diagnostik Laboratorium Patologi Anatomik Universitas Sriwijaya
Palembang. Total 40 kasus meningioma, terdiri atas 25 kasus meningioma derajat I, 14 kasus derajat II dan 1
kasus derajat III, di antaranya dijumpai 4 kasus rekurensi. Kemudian dilakukan pulasan imunohistokimia (IHK)
menggunakan antibodi Ki-67 dan BCL2 dan dianalisa dengan SPSS versi 22.0.
Hasil
Dari data klinikopatologik didapatkan, pasien didominasi perempuan (70%), usia rerata 44,43 tahun. Mayoritas
tumor berukuran ≥5 cm dan lokasi terbanyak di intrakranial. Uji statistik menunjukkan terdapat korelasi yang
bermakna antara overekspresi Ki-67 dan BCL2 dengan peningkatan derajat histopatologik meningioma
(p=0,018 dan p=0.001 berurutan).Ko-ekspresi Ki-67 dan BCL2 dijumpai pada 14 kasus (11 kasus derajat II, 1
kasus derajat III dan 2 kasus derajat 1), tiga di antaranya merupakan kasus rekurensi.
Kesimpulan
Hasil penelitian ini menunjukkan korelasi bermakna antara overekspresi Ki-67 dan BCL2 dengan derajat
histopatologik meningioma. Koekspresi kedua protein ini dominan dijumpai pada meningioma derajat II dan III.
Kumpulan data ini menunjukkan bahwa koekspresi Ki-67 dan BCL2 dapat dipakai sebagai faktor prognostik
meningioma. Studi lanjutan dengan metode cohort mungkin dapat membuktikannya.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles