Mastitis Granulomatosa: Sebuah Tantangan Diagnosis

  • Citra Dewi
  • Ella Amalia
  • Nyiayu Fauziah Kurniawati
  • Maria Ulfa, Maria Ulfa,
  • Eka Putra Pratama
  • Krisna Murti
Keywords: Kata kunci: mastitis granulomatosa, PCR, primer spesifik IS6110, produk PCR 200 bp.

Abstract

Latar belakang
Mastitis granulomatosa (MG) merupakan lesi yang sering dijumpai pada wanita usia reproduksi. Sering kali terapi pasien MG
merujuk pada pemberian obat antituberkulosa. Pada pemeriksaaan sitologi dan histopatologi sulit untuk menentukan apakah
penyebab pasti dari MG. Berbagai penyebab seperti tuberkulosis, sarcoidosis, benda asing bahkan penyakit imunologi dapat
memberikan gambaran granulomatosa pada jaringan. Pemeriksaan yang memiliki sensitivitas tinggi seperti PCR dapat membantu
memastikan apakah lesi ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis (MT). Penegakkan diagnosis yang tepat akan
meningkatkan kualitas terapi yang berimbas pada meningkatnya kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
apakah lesi mastitis granulomatosa pada pasien-pasien di RSMH disebabkan oleh bakteri MT.
Metode
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional. Sebanyak 30 sampel penelitian berupa blok parafin pasien MG yang
datang ke Departemen Patologi Anatomik Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK UNSRI)/RS. Dr. Moh. Hoesin Palembang
periode 1 Oktober 2018-29 September 2020. Ekstraksi DNA berasal dari kerokan jaringan pada slaid, kemudian dilakukan analisis
PCR setiap sediaan menggunakan primer spesifik IS6110 dan produk PCR sekitar 200 bp.
Hasil
Rerata usia sampel adalah 40,8 tahun (rentang: 23-67). Dari analisis PCR didapatkan sebanyak enam sampel (20%) MG yang
menghasilkan amplikon yang diharapkan yaitu sekitar 200 bp. Namun hanya tiga dari enam sampel menunjukkan gambaran
histopatologi spesifik MG akibat tuberkulosis.
Kesimpulan
Reaksi radang granulomatosa pada payudara tidak hanya disebabkan oleh infeksi tuberkulosis, walaupun gambaran histopatologi
jaringan menunjukkan sebaliknya. Perlu pemeriksaan lanjutan untuk menentukan apakah tuberkulosis adalah penyebab dari lesi ini.
Walaupun biaya tinggi namun pemeriksaan PCR dapat dijadikan alternatif dalam menentukan etiologi dari MG.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2022-01-04
Section
Articles