Validitas Pemeriksaan Imunositokimia HMGA2 dalam Penegakan Diagnosis Nodul Jinak dan Ganas Tiroidpada Sediaan Biopsi Aspirasi Jarum Halus

  • Yenni Wisudarma Departemen Patologi Anatomik, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran
  • Hasrayati Agustina
  • Sri Suryanti
  • Bethy S. Hernowo

Abstract

Latar belakang Tindakan biopsi aspirasi jarum halus (BAJAH) merupakanpemeriksaan preoperatif baku yang sederhana dan relatif lebih murah dalam penegakan diagnosis karsinoma tiroid, tetapi diagnosis sitologi BAJAH tersebut tidak selalu mudah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas pemeriksaan imunositokimia HMGA2 dalam penegakan diagnosis sediaan BAJAH nodul tiroid jinak, ganas dan indeterminate. Metode Penelitian ini merupakan penelitian uji diagnostik yang dilakukan terhadap 62 kasus nodul tiroid yang terdiri dari 18 kasus karsinoma papiler,13 kasus nodul folikular jinak dan 31 kasus indeterminate (27 kasus follicular neoplasmdan 4 kasus suspicious for papillary carcinoma) yang didiagnosis tahun 2011-2014 dan telah dilakukan pemeriksaan histopatologi pasca operasi sebagai konfirmasi diagnosis. Pemeriksaan imunositokimia HMGA2 dilakukan terhadap semua kasus dengan metode cell transfer. Hasil Akurasi, sensitivitas, spesifisitas, nilai duga positif dan nilai duga negatif pemeriksaan imunositokimia HMGA2 dalam diagnosis nodul tiroid masing-masing adalah 85,5%, 79,4%, 92,8%, 93,1% dan 78,8%. Sedangkan untuk kasus indeterminate, akurasi, sensitivitas, spesifisitas, nilai duga positif dan nilai duga negatif pemeriksaan imunositokimia HMGA2 adalah 77,4%, 68,7%%, 86,7%, 84,6% dan 72,2%. Kesimpulan Pemeriksaan imunositokimia HMGA2 relatif spesifik dan sensitif dalam menegakkan diagnosis preoperatif nodul tiroid termasuk pada kasus indeterminate. Kata kunci : biopsi aspirasi jarum halus, HMGA2, indeterminate, nodultiroid.
Published
2017-12-21
Section
Articles